Tak pandaikah aku bersyukur??
ini udah hari kesepuluh di Tahun 2009..
waktu di laptopku menunjukkan pukul 18.43 WIB,..dari jendela hotel..kulihat lampu2 kota Jakarta udah menyala..warna-warni menyambut malam..
aku baru balik dari kantor..
Sabtu begini, aku harus ada di Jakarta, menyelesaikan beberapa data yang masih belum sempurna..
besok harus balik lagi ke Medan, karena Senin udah musti kerja lagiii,,,lagiii dan lagi....
Mataku cuma bisa buka setengah kelopak..
setiap hari harus berangkat kerja pagi-pagi..dan baru bisa pulang malam hari..
setiaaaaap hari...sampai waktu yang tak terhingga,
ampe semua urusan kerjaan ini selesai..
Hidungku masih terus berair,..batukku tetep belum menunjukkan perubahan..dan demamnya masih belum turun..tapi tuntutan kerjaan mau gak mau memaksaku untuk tetap konsen menantap deretan data yang harus kuserahkan besok..
aggrrrhhh....udah hampir dua minggu ini kami semua harus lembur, kerja keras..supaya moment buruk itu segera berlalu..supaya semuanya bisa lancar lagi..dan system bisa terkendali...dan hampir dua minggu ini pulalah aku dan yang lainnya terus mengeluh..mengeluh dan mengeluh...
diperjalanan ke Jakarta Subuh tadi..lagi2 aku mengeluh dalam hati..
mengeluh karena aku harus tidur tengah malam..
mengeluh karena aku harus bangun lebih subuh dari biasanya..
mengeluh karena aku jadi sakit-sakitan karena kecapekan..
mengeluh karena aku gak punya waktu untuk shopping lagi..
dan segudang mengeluh lainnya...
dalam keluhanku..aku berharap bisa jadi orang lain yang tidak bekerja dalam kondisi sepertiku..
namun saat mulai memilih....
Aku tak mau bertukar jadi penyiar radio yang slalu berkicau dan bercanda membangunkanku..mereka bahkan tidur dan bangun dini hari..
AKu tak mau jadi pekerja di Bandara yang kelihatan segar2, mereka semua sudah harus bangun jauh lebih pagi dariku,..
Aku juga tak mau jadi Pramugari yang cantik2 itu,..mereka harus tetap kelihatan prima meskipun bisa jadi masih mengantuk..
semakin jauh...aku tak mau menjadi para buruh bangunan yang sedang membangun jalan tol..mereka sudah bekerja berat sepagi itu, dengan kondisi lapak tidur yang sangat menyedihkan..
aku pun tak mau bertukar posisi dengan para supir, kondektur, calo....
ahhh..jadi aku mau apa lagi???
harusnya aku menuliskan berjuta-juta rasa syukurku pada Tuhanku..
bukan menuliskan keluhan2 cengeng tak berarti ini..
Tahun 2009 masih 350an hari lagi...
masih banyak sekali waktuku untuk bisa menikmati semua hal yang tak sempat kunikmati itu..
dan lelahku itu...bukanlah apa-apa...
sekarang tugasku hanya bertanggung jawab..pada apa yang kuemban..
Aku cinta menjadi diriku,..
Jakarta, 10 Januari 2009



